Peminat Anyaman Atap Rumbia Mulai Berkurang

Tanjung, InfoPublik – Saat ini, peminat anyaman atap daun rumbia dari Desa Hariang, Kecamatan Banua Lawas mulai berkurang. Meski begitu, masyarakat setempat masih tekun membuat anyaman atap rumbia sebagai salah satu usaha sampingan untuk meningkatkan pertambahan perekonomian  keluarga.

Saat ini keberadaan atap daun rumbia terkalahkan oleh atap-atap yang berbahan lebih kuat seperti atap dari bahan seng dan plastik.

Namun, pengerajin pembuat atap daun berbahan daun rumbia ternyata masih ada dan masih bertahan di Desa Hariang, salah satunya Ibu Rosida.

Ibu Rosida, Senin (17/7), mengungkapkan telah mengerjakan pekerjaan ini sejak lima tahun lalu,  awalnya  belajar membuat anyaman atap daun rumbia ini didapatkan dari orang tuanya.

Menurutnya, pembuatan anyaman atap daun rumbia dilakukan secara kelompok dan produksinya tergantung pemesanan.

“Harga jual satu buahnya Rp1.300, dengan hasil penjualan dibagi tiga didalam kelompok,” ujarnya.

Pemesan biasanya adalah orang yang membuat kandang peternakan, dengan jumlah yang dipesan rata-rata sekitar 500 buah.

Terkait proses pembuatannya, jelas Ibu Rosida, pohon bambu dipotong dengan panjang kurang lebih 1 meter kemudian di potong kecil-kecil.

Selanjutnya batang daun rumbia dipotong-potong sebagai bahan tali, yang selanjutnya daun rumbia disusun satu persatu dan diikat agar kuat sehingga menjadi atap daun rumbia.

Proses terakhir hasil dari atap daun rumbia yang telah jadi dijemur dalam beberapa hari, setelah  itu siap untuk dijual. (MC Tabalong/Adit/Kus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *